Rabu, 29 Januari 2014

Gayby

Kemaren aku selesai nonton film berjudul Gayby. Filmnya bergenre drama pop gitu lah. Kehidupan real di Amerika. Dari judulnya aku pikir paduan antara gay dan by-sexual. Tapi itu ternyata tentang bayi/baby yang lahir dari wanita yang dibuahi oleh lelaki gay. Kalian bisa bayangin lah pastinya pria itu em el sama wanitanya ga menikmati. 

Si wanita ini memang sudah berteman lama dengan si pria ini. Sejak kuliah lah ceritanya. Karena sudah memasuku umur kepala tiga, wanita itu berhasrat sekali mempunyai seorang anak. Karena masih single, dia pun mempunyai ide untuk meminta temen dekat prianya itu untuk membuahinya. Kaget juga dia ketika diminta, tetapi dia bersedia juga. Pikir dia, lucu juga kali ya kalo punya baby hasil dari SPERMA dia dan menjadi ayah.

Ceritanya si pria ini baru putus dari bfnya. Tapi dia belum dapat penggantinya. Sebagaimana pada umumnya di dunia kayak gini. Dia pun mulai aktif menyaring pria-pria untuk jadi belahan hatinya. Ya begitulah, lebih banyak berakhir dengan kekecewaan. Karena pria ini berharap untuk mencari seseorang untuk dijadikan pacarnya, tapi kebanyakan pria yangdi kencaninya hanya ingin menikmati keindahan tubuh dan mukanya. Sungguh memgecewakan. 

Setelah dia dan teman perempuannya (Matt & Jenn) sepakat untuk mempunyai anak bersama. Hari-harinya pun disibukkan dengan pembuahan. Pada awalnya, Matt menanyakan kepada Jenn metode apa yang akan dilakukan untuk pembuahan. Matt pikir dia hanya akan memberikan sperma lalu dimasukkan kedalam vagina Jenn memggunakan suntik, atau yang disebut metode Turkey Baster. Tetapi Jenn ingin menggunakan metode tradisional yaitu berhubungan badan layaknya suami istri. Tapi cara ini pun ga bertahan lama. Karena Matt kadang capek dan tidak nyaman. Akhirnya dipakailah metode turkey baster.
Lambat laun, akhirnya Jenn hamil juga. Yay. Jenn smpat ragu kalo itu anaknya Matt juga. Karena selain dengan Matt, Jenn sempat ml dengan adik boss nya. Matt pun marah, karena Jenn tidak bilang-bilang kalau dia ml sama pria lain juga.

Si Matt jadi down. Udah best friend sejak kuliah nya menghianatinya, dia juga belum bisa melupakan mantannya. Ditambah lagi dengan sering bertemunya dia dengan mantan, si mantannya ini udah punya boyfriend baru. Nyesek deh pokoknya. Suatu hari bertemulah Matt dengan seorang duda yg membawa anak lelakinya untuk cari komik di toko komiknya Matt. Terjadilah ketertarikan antara keduanya. Akhirnya keduanya pacaran.

Jenn tidak tahan dengan sikap Matt yang masih tidak mahu memaafkannya. Setelah beberapa kali Jenn berusaha, Matt pun memaafkannya, dan bayi itu untungnya adalah hasil dari sperma Matt.
Bayinya cowok, lucu banget. Bapaknya pacaran sama duda itu. Jenn pun bahagia ketika melihat temen baik dan pacarnya itu mengganti popok si bayi Gayby.

Jumat, 14 Juni 2013

When will I settle?

Tak terasa umurku semakin bertambah. Sudah mau kepala tiga, tetapi belum juga merasakan kehidupan yang sebenarnya, atau setidaknya aku hanya hidup seperti air mengalir. Hanya. :)

Aku bukannya tidak bersyukur, bila melihat teman-teman sebayaku sepertinya mereka mempunyai tujuan yang jelas. Setidaknya kelihatannya seperti itu. Aku mencoba mengurai apa penyebabnya; keadaan ekonomi, kehidupan romantisme, keluarga, sahabat. Dari semua faktor tersebut, aku belum benar-benar puas. Pertama, ekonomi. Iya ekonomi, tak salah apabila aku pernah mendengar perkataan "Money is source of happiness", kalau pun uang bukan sumber kebahagiaan, setidaknya uanglah jalan menuju kebahagiaan, atau alat untuk kebahagiaan. Secara kita hidup dizaman modern yg semuanya bisa dibeli dengan uang. Walaupun sudah mencoba untuk menanamkan kepercayaan dalam diri sendiri bahwa uang bukan satu-satunya yg membuat bahagia, tetapi kenyataannya tidak segampang membalikkan telapak tangan. Lihat saja siapa yg lebih dihormati, pasti yang lebih banyak uang. Intinya, kekurangan uang akan menghambat beberapa jalan menuju kebahagiaan. Tetapi gimana lagi, yang penting masih bisa makan dan tidur di tempat yang layak.

Kedua, kehidupan romantisme yg masih abu-abu. Aku tidak tahu apa arti cinta. Bagiku, ini sulit dipahami. Antara ada dan tiada, ga tau lagi masih ada cinta apa tidak di hatiku. Selanjutnya keluarga, yang ini sebetulnya berangkutan dengan ekonomi juga. Walau aku sudah mandiri/independent aku masih menjadi harapan oran tua untuk bisa membantu keluarga dalam ekonomi. Ya Tuhan, kadang aku merasa sangat terbebani. Tetapi ya hidup ini harus aku jalani. Walaupun selama ini aku selalu memikirkan kepentingan diriku sendiri. Aku selalu berharap suatu saat keluargaku bahagia secara ekonomi. Semoga bisa sedikit demi sedikit mengikis ke-egoisanku.

Yang terakhir sahabat, orang itu semakin dewasa semakin sedikit teman dekatnya. Aku tidak tahu lagi apakah ada sahabat disana. Apakah masih ada sahabat yg mendukungku, dengan segala kekuranganku. Apakah masih ada sahabat yang mau menerimaku apa adanya.

Ya Tuhan, aku hanya bisa bersyukur sampai saat ini aku masih punya keluarga, walaupun sekarang jauh di mata. Walau aku tidak sepenuhnya berhubungan dengan mereka setiap saat. Aku yakin mereka berharap yang baik-baik terhadapku. Ya Tuhan..semoga tulisan pertama di blog ini cukup menjadi reminder buatku. Sekaranglah saatnya aku bersemangat, sekaranglah settlement itu. Sedikit demi sedikit, selalu sabar. Aku ingin menjalani hidup ini. Bagaimanapun itu, aku tetap positif bahwa aku tidak akan menyia-nyiakan hidup ini.